DEMAK, Faktakuat.com – Kepolisian Resor(Polres) Demak menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan yang di hadiri oleh Wakil Administratur/ KSKPH Semarang Andi Henu yang merupakan Perwakilan dari Perhutani bersama Forkopimda Kabupaten Demak dalam Forum Lintas Sektor, Bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Demak,Pada hari Selasa tanggal (14/04/2026).
Forum lintas sektor ini menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari belum optimalnya pemanfaatan lahan hingga rendahnya serapan hasil panen oleh Bulog.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Muhammad Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab Semarang, dan Administratur/KKPH Semarang Misa Ekaristi yang diwakili oleh Andi Henu Wakil Administratur/ KSKPH Semarang,
Hadir pula sejumlah perbankan, seperti BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN Cabang Demak.
Pada kesempatan tersebut
Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyampaikan bahwa,” ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Menurut Kapolres Demak, fluktuasi harga dan kelangkaan bahan pokok berpotensi memicu gangguan sosial.
“Ketahanan pangan ini berkaitan langsung dengan stabilitas Kamtibmas. Karena itu, perlu langkah bersama agar potensi gangguan akibat persoalan pangan dapat diantisipasi,” ujar Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra.
AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menjelaskan,” program ketahanan pangan yang telah dijalankan sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan pada 2026 dan menjadi prioritas nasional.
Ditegaskan AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, Polres Demak turut berperan aktif dalam mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung.
Dalam evaluasi yang disampaikan, terdapat tiga persoalan utama di lapangan. Pertama, masih banyak lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Data menunjukkan, terdapat potensi lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi. Ada pula lahan pertanian sekitar 44,72 hektare, serta lahan berdasarkan data Dinas Pertanian mencapai sekitar 2.362 hektare.
Kedua, serapan hasil panen oleh Bulog yang masih rendah. Dari target 8.500 ton pada 2026, realisasi penyerapan baru mencapai 72 ton. Kondisi ini dinilai berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Ketiga, keterbatasan akses permodalan bagi petani. Minimnya sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) disebut menjadi salah satu penyebab rendahnya pemanfaatan fasilitas pembiayaan tersebut.
“Menghadapi kondisi ini, tidak bisa ditangani secara sektoral. Perlu kolaborasi semua pihak agar solusi yang diambil tepat dan berkelanjutan,” kata AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra.
Melalui Rakor Ketahanan pangan ini Polres Demak mendorong sejumlah langkah strategis. Antara lain optimalisasi lahan tidur, penguatan koordinasi dengan Bulog untuk meningkatkan serapan hasil panen, serta percepatan akses permodalan melalui KUR.
Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada petani juga dinilai penting. Terutama, dalam pengelolaan pembiayaan dan penerapan teknologi pascapanen guna mengatasi kendala teknis, seperti pengeringan kadar air jagung,” Terangnya.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra berharap, sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rakor ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Demak.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” Tutupnya.
Sementara itu Administatur/KKPH Semarang Misa Ekaristi melalui Wakil Administratur/ KSKPH Semarang Andi Henu menyampaikan bahwa,” peran Perhutani tidak hanya sebatas sebagai pengelola hutan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan guna mendukung program asta cita dalam swasembada pangan.
“Perhutani siap berperan aktif dalam mendukung program tersebut, khususnya terkait ketahanan pangan nasional,” kata Andi Henu kepada Awak Media usai mengikuti Rakor , Selasa (14/04/2026).
Menurut Andi Henu Perhutani akan mendukung penuh semua program pemerintah, salah satunya mewujudkan sukses ketahanan pangan. Kami terbuka untuk menjalin sinergi dan koordinasi, baik dengan Polri maupun instansi lainnya, agar program yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.
Andi Henu menambahkan, lahan hutan di bawah kelola Perhutani memiliki potensi besar untuk mendukung program swasembada pangan, terutama melalui pola kerja sama yang melibatkan masyarakat sekitar.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil pertanian, tetapi juga turut menjaga kelestarian hutan,” Pungkasnya.
(Reporter: BANU ABILOWO)













