banner 728x250

Perayaan HUT Komunitas Donor PMI Kota Semarang Jadi Ajang Konsolidasi, Perkuat Ketahanan Stok Darah

banner 468x60

SEMARANG, FaktaKuat.com — Tiga komunitas donor darah di bawah naungan PMI Kota Semarang menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) yang dirangkai dengan halalbihalal di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus menjaga ketahanan stok darah di wilayah tersebut.

Example 300x600

Kepala UDD PMI Kota Semarang, dr. Ayu Binta Syakura, menegaskan bahwa keberadaan komunitas donor memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas.

Ia menjelaskan, tiga komunitas yang dibentuk secara khusus yakni pendonor 100 kali, rhesus negatif, dan apheresis, menjadi tulang punggung pelayanan.

“Komunitas ini bukan hanya aktif mendonor, tetapi juga menjaga pola hidup sehat sehingga kualitas darah tetap terjaga,” ungkapnya.

Menurutnya, konsistensi para pendonor turut mendorong UDD PMI Kota Semarang meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta predikat paripurna dari Kementerian Kesehatan. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas layanan yang terus meningkat.

Selain komunitas internal, PMI Kota Semarang juga memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas donor lain, termasuk OBABA dan sejumlah komunitas tingkat kota hingga nasional. Sinergi ini mempercepat respons terhadap kebutuhan darah di masyarakat.

Kepala Bidang UDD PMI Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH, menyebut kegiatan ini merupakan forum komunikasi yang diinisiasi oleh komunitas.

PMI memanfaatkan momentum tersebut untuk menampung aspirasi sekaligus memperbaiki layanan ke depan.

“Masukan dari komunitas sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, PMI secara rutin menggelar kegiatan gathering tahunan bersama komunitas, sementara pertemuan seperti ini disesuaikan dengan kebutuhan dan inisiatif anggota.

Ketua Komunitas Rhesus Negatif Semarang, Harry Murdiyanto, menuturkan bahwa komunitasnya kini memasuki usia ke-7.

Ia menilai koordinasi yang solid dengan PMI mampu menjawab kebutuhan darah rhesus negatif yang tergolong langka.

Komunitas tersebut memiliki sekitar 100 anggota aktif yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Weleri dan Batang.

Selain itu, pihaknya juga membangun jaringan nasional untuk mempercepat pencarian donor di luar daerah.

“Jika ada kebutuhan mendesak di luar kota, kami bisa langsung berkoordinasi dengan jaringan di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi antaranggota berlangsung intens melalui grup pesan singkat, sehingga setiap permintaan dari rumah sakit dapat segera ditindaklanjuti.

Ketua DDS 100X, Suhartoto, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap donor darah sebagai bagian dari aksi kemanusiaan.

Ia menyebut donor darah juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Komunitasnya aktif menggelar kegiatan donor di berbagai tempat, termasuk rumah ibadah dan perkantoran.

Ia juga mengingatkan pendonor agar tetap memperhatikan kondisi fisik dan menjaga kesehatan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Donor Apheresis Semarang, Yoga Abadi, menjelaskan bahwa metode apheresis memungkinkan pengambilan komponen darah tertentu secara lebih spesifik menggunakan mesin.

“Metode ini fokus pada pengambilan trombosit atau plasma, sehingga sangat membantu pasien dengan kebutuhan khusus,” katanya.

Ia menambahkan, donor apheresis dapat dilakukan setiap 14 hari karena hanya mengambil sebagian komponen darah, berbeda dengan donor darah biasa yang membutuhkan jeda lebih lama.

Melalui perayaan ini, komunitas donor PMI Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memastikan kebutuhan darah di wilayah Semarang dan sekitarnya tetap terpenuhi secara optimal.

Pewarta : Mualim/ Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *