banner 728x250

Pasar Johar Kembali Bergairah, Kadisdag Semarang Tegaskan Usaha Roti Ganjel Rel Sudah Sesuai Prosedur

banner 468x60

SEMARANG — Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan kehadiran usaha Toko Kue Gambang atau roti Ganjel Rel di kawasan Pasar Johar telah melalui proses yang sah dan mendapat persetujuan dari para pedagang setempat.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva atau yang akrab disapa Amoy, menegaskan bahwa pemanfaatan bangunan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Johar yang sempat lesu.

Example 300x600


Menurutnya, lokasi yang kini digunakan untuk usaha tersebut sebelumnya dalam kondisi terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa aktivitas. Melihat potensi yang ada, pihaknya kemudian membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan ruang tersebut secara produktif.


“Prinsipnya, Kementerian Perdagangan siap membantu Kota Semarang dengan catatan Pasar Johar harus hidup dan ramai. Itu menjadi dasar kami dalam memberikan izin,” ujar Amoy, Kamis (2/4).


Sebelum izin diberikan, Dinas Perdagangan telah melakukan koordinasi dengan para ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP). Meski sempat muncul kekhawatiran terkait persaingan usaha, para pedagang pada akhirnya menyambut positif kehadiran usaha tersebut.


“Kalau sejak awal ada penolakan, tentu tidak kami izinkan. Faktanya, para pedagang justru merasa terbantu karena pasar menjadi lebih ramai,” jelasnya.


Amoy juga menegaskan bahwa izin yang diberikan tidak melanggar aturan, termasuk ketentuan bangunan cagar budaya. Ia memastikan tidak ada perubahan fungsi maupun bentuk bangunan di kawasan tersebut.


Menanggapi polemik yang berkembang, pihaknya menyayangkan adanya serangan yang mengarah pada individu tertentu. Ia menilai kehadiran usaha ini merupakan hasil kerja bersama, termasuk melibatkan generasi muda yang memiliki semangat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.


“Jangan menyerang pribadi. Lihat sisi positifnya, ini bisa menjadi destinasi baru di Kota Semarang,” tegasnya.


Terkait isu pembongkaran pagar, Amoy membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang dilakukan hanyalah penataan akses demi kenyamanan pengunjung, seperti meratakan bagian tangga agar lebih ramah bagi lansia dan ibu hamil.


Ke depan, Dinas Perdagangan juga tengah menyiapkan sejumlah konsep pengembangan Pasar Johar. Di antaranya menghidupkan kembali “Pasar Maling” serta menghadirkan konsep “Johar Malam Hari” atau Ojolari untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya di area lantai atas yang masih belum optimal.


“Rencananya akan kami luncurkan pada 2 Mei mendatang. Harapannya, Pasar Johar bisa kembali menjadi pusat ekonomi sekaligus destinasi wisata belanja di Semarang,” pungkasnya.

Pewarta : Tim/ Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *